Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh DPM Fakultas Pertanian Universitas Samudra di Desa Sumber Makmur, Kec. Tenggulun, Kab. Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, 29-30 Juni 2024 – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Samudra berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Masyarakat dalam Memanfaatkan Potensi Lahan Gambut di Desa Sumber Makmur.”

Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Gambut dan Pembudidayaan Tanaman Nilam

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang pemanfaatan potensi lahan gambut dan pembudidayaan tanaman nilam. Mahadi, seorang mahasiswa studi independen, menjelaskan bahwa lahan di Desa Sumber Makmur memiliki tingkat keasaman (pH) yang tinggi, yaitu sekitar 5. “Lahan gambut di desa ini memiliki potensi besar, namun diperlukan penanganan khusus untuk mengatasi keasaman tanahnya,” ujar Mahadi.

Ilyas Safala menambahkan, “Lahan di Desa Sumber Makmur dapat dibudidayakan tanaman nilam, namun perlu dilakukan pengapuran dengan menambahkan dolomit sebagai penetral keasaman tanah.”

Pelatihan Pengolahan Sekam Padi dan Pupuk Organik Cair

Pada hari kedua, mahasiswa memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik mengolah sekam padi menjadi sekam yang siap pakai. Teknik ini menggunakan jaring yang diisi arang kayu. Selain itu, masyarakat juga diajarkan cara membuat pupuk organik cair (POC) dengan bahan utama daun gamal, air beras, dan gula merah.

Proses pembuatan POC dimulai dengan mencampur daun gamal yang sudah dihaluskan dengan air beras dan gula merah. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah jerigen dan dibiarkan selama dua minggu dengan membuka tutup jerigen secara berkala.

Dampak Positif Bagi Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Sumber Makmur dalam memanfaatkan potensi lahan gambut. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih efektif dalam mengelola lahan mereka dan meningkatkan hasil produksi tanaman nilam serta memanfaatkan limbah pertanian secara lebih produktif.